INTISARI MANAJEMEN OPERASIONAL ( MM27LASI)




TUGAS INDIVIDU
INTISARI DARI TEORI MANAJEMEN OPERASIONAL

Materi Oleh Prof. Dr. Y. Rante, SE.,M.Si



 









Nama          : Lakiek Silip
Nim             : -
Angkatan   : 27
Semester   :  II

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS CENDERAWASIH
JAYAPURA
2018


===================================================




BAB I
INTISARI DARI MATERI MANAJEMEN OPERASIONAL
A.     MANAJEMEN OPERASIONAL/PRODUKSI
1.       Manajemen
                 adalah suatu teknik memimpin dalam suatu organisasi dengan memanfaatkan dan mengalokasikan sejumlah sumber daya (masukan/input) yang dimiliki secara efektif dan efisien guna mencapai output/keluaran secara optimal. Manajemen dapat mengandung arti bagaimana mendapatkan suatu hasil melalui kegiatan orang lain. Sedangkan Leadership adalah bagaimana memimpin (termasuk memotivasi) agar orang mau berbuat atau berpartisipasi (atasan bawahan).
UNSUR – UNSUR  MANAJEMEN ( 5M)
1.       Man                4. Machine
 2.       Money            5. Methol
Man Sumber Daya Manusia






Situasi/Kondisi- 5K
Yang
Diperlukan - 5S
Yang Dihindari
5P


1. Kesempatan
1. Sehat

1. Penyakit

2. Keamuan
2. semangat

2. Pemalas

3. Kemampuan
3. setia

3. Pencuri

4. Kejujuran
4. selesai

4. Penakut

5. Kepedulian
5. sukses

5. Pemalu








3.       Material











b. Sumber Daya Manusia dapat berupa unsur-unsur :
1. Kecerdasan
2. Keimanan dan ketaqwaan
3. Kepribadian yang mantap dan mandiri
4. Penguasaan ilmu pengetahuan
5. Rasa tanggung jawab
Manusia merupakan sumber daya paling penting dalam usaha organisasi/perusahaan untuk mencapai keberhasilan bersama-sama dengan money, material, machine, methol lainnya.
      Sedangkan mutu pengabdian ditentukan oleh
1. Kualitas
2. Moralitas
3. Loyalitas
4. Akseptabilitas


TUJUAN ORGANISASI







MASUKAN

PROSES

KELUARAN
Sumber Daya Fisik, dn non fisik,
Prencanaan

Seperti pakaian,
Pengorganisasian


Manusia, mesin
Pengarahan

BARANG DAN JASA
Teknologi dan modal
Pengkoodinasian




Pengendalian













2.       OPERASIONAL /OPERASI
Suatu proses produksi yang adalah cara, teknik, /metode yang di gunakan dalam kegiatan penciptaan faedah atau penambahan faedah. Proses ini dilaksanakan melalui fungsi-fingsi manajemen yaitu; Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Staffing.
Manajemen operasi telah ada sejak manusia dapat memproduksi barang dan jasa. Setiap kegiatan ekonomi bertujuan untuk mencapi kemakmuran.
Proses adalah  sejumlah kegiatan untuk mentransformasikan / mengubah sejumlah input menjadi output bagi pelanggan tertentu.
3. PRODUKSI
Produksi adalah penambahan atau penciptaan faedah/manfaat/terciptanya nilai tambah. Penambahan faedah dapat beberapa macam cara yaitu faedah bentuk, waktu, tempat dan gabungan dari faedah tersebut.
Produk
Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang, sedangakn hasil kegiatan produksi yang tidak terwujud disebut jasa.
Produsen
Produsen adalah orang maupun lembaga yang menghasilkan produk (melalui proses produksi).
Sistem produksi
Sistem produksi merupakan serangkaian elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang untuk melaksanakan kegiatan penambahan manfaat dalam suatu perusahaan tertentu, Meliputi lokasi pabrik, letak fasilitas produksi, lingkungan kerja serta standar produksi.
Perencanaan 
Perencanaan produksi merupakan perencanaan tentang apa dan berapa yang akan diproduksikan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
Produktivitas
Produktivitas adalah usaha untuk meningkatkan rasio input dengan output (hasil)  yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut dalam suatu satuan waktu tertentu. Tinggi rendahnyanya produkutivitas dapat diukur dari perbandingan antara input dengan outputnya, rumusnya


Output
Produktivitas=



Input
Pengukuran produktivitas dapat dilakukan secara langsung, misalnya dengan jam/orang tiap ton hasil.
Ukuran produktivitas secara professional adalah
1. Kejujuran
2. Kompetensi
3. efisien
4. Efektif
5. Aktif

Pengertian produktivitas dalam artian luas pada dasarnya produktivitas mencakup sikap mental patriotic yang memandang hari depan secara optimis dengan berakar pada keyakinan diri bahwa kehidupan hari ini haruslah lebih baik dari kemarin dan hari esok haruslah lebih baik dari hari ini.
Uraian diatas Secara skematis diatas dapat di gambarkan sbb.






Text Box: Produk Yg Bermutu & Yg Bersaing


 




-          Sumber Daya Alam

Fungsi Manajemen
-          Mutu

-          Sumber Daya Manusia

-          Perencanaan
-          Efisien

-          Sumber Daya Modal

-          Pengorganisasian
-          Produktivitas

-          Mesin-Mesin Dan Peralatan

-          Pengarahan



-          Pengkoordinasian



-          Pengawasan




















Text Box: Masyarakat & Karyawan SejahteraText Box: Maju & Berkembang Scr BerkelanjutanText Box: Perusahaan/Organisasi Untung/Profit



Empat Tempat Dalam Proses Produksi
Agar supaya tujun dapat dicapai dengan efektif dan efisien, dan sehingga kedaan berupa
1.       Tempat Waktu
2.       Tepat Mutu
3.       Tepat Jumlah
4.       Tepat Harganya
B. PENGENDALIAN KUALITAS (Quality Control)
1 . Apa Pengertian Mutu dan Era Perdagangan Bebas
Definisi Mutu Adalah
a.       Cocok/sesuai dengan tujuan (menurut Juran)
b.       Memenuhi kebutuhan pelanggan (Duming)
c.       Memuaskan kebutuhan pelanggan (Quality vocabulary)
d.       Memenuhi harga konsumen (Feigenbaun)
e.       Memenuhi standar ( Crosby )
Pengertian tentang mutu banyak versi  tujuan untuk mempertahankan ketahan dan daya saing produk mereka.
Menghadapi perdagang bebas , maka kekuatan kompetisi yang paling diandalkan adalah strategi mutu, karena konsepsi dan strategi ini terus berkembang mengikuti tren kondisi globalisasi.
2         . Pengendalian Kualitas, Unsur penjamin ( Sukanto R. 1997)
 Unsur pendukung dan lingkungan dunia usaha ( Ekstern dan Intern serta  Kegiatan Pengawasan Kualitas /Mutu.
Perusahaan atau organisasi yang berhasil adalah yang memiliki pandangan keluar dan kedalam mengenai usaha mereka. Memonitor lingkungan yang berubah-ubah dan secara kontinyu menyesuaikan usaha mereka dengan peluang terbaik yang ada.
C. DIMENSI KUALITAS
Mengukur kualitas tidaklah mudah sehingga di ukur dengan dua dimensi yaitu dimensi kualitas dan dimensi kualitatif. Pada umumnya konsumen melihat kualitas barang/jasa dalam 6 dimensi:
* Operasi / fungsi barang dan jasa
* Mudahnya di Servis
* Kehandalan & Keawetan
* Penambilan dan,
* Kesesuaian dengan Spesifikasi
* Kualitas yang di tangkap, citra

INTISARI KENDALI MUTU
Melaksanakan kendali mutu adalah mengembangkan, mendesain, memproduksi, paling beragam dan saling memuaskan konsumen.
Intisari Kendali Mutu Meliputi;
1.       Pertama mengetahui kebutuhan para konsumen
2.       Mengetahui apa yang akan dibeli oleh konsumen
3.       Kita tidak dapat menetapkan mutu tanpa mengetahui biayannya
4.       Antisipasi kemungkinan terjadi cacat atau pengaduan-pengaduan
5.       Selalu mempertimbangakn untuk mengambil tindakan yang memandai
6.       Keadaan kendali mutu yang ideal ialah bila pengendalian tidak memerlukan lagi pemeriksaan
System jaminan mutu untuk mengawasi kendali mutu di di dunia internasional adalah ISO 9000, karena dipaksa oleh keadaan dalam rangka persaingan mutu pasar bebas.
Iso diadakan karena semua menyadari bahwa kita hendak memasuki era globalisasi dan bersaing di pasar bebas melalui  kesepakatan bersama untuk membuka pasarnya dengan tujuan ekspor – impor ditiadakan atau diperkecil. Bagi mereka yang bersaing terbuka peluang untuk meningkatkan ekspornya kemancanegara. Peluang ISO tidak ditangkapi serius maka dalam negari kebanjiran barang impor.

D. PERANAN PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN
Pengawasan kualitas menentukan komponen-komponen mana yang rusak dan menjaga agar bahan-bahan untuk produksi mendatang jangan sampai rusak. Pengawasan kualitas ialah alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk. Di perlukan pemeriksaan yang mencakup pengukuran, pencicipan, penyentuhan,   penimbangan atau pengujian, Tujuannya agar  melihat apakah ada kualitas yang tak dapat diterima atau semua keadaan baik.
Perbedaan aspek yang diperiksa, apabila yang diperlukan itu barang maka:
1.  Spesifikasinya
2.  Sifat-sifat
3. Dapat dipasarkan
4. Kinerja
     Bila diperiksa itu hasil jasa maka aspek kualitas yang di ukur adalah:
1. Spesifikasi
2. Sifat
3. Dapatnya dipasarkan
4. Kinerja

E. PENGEDALIAN KUALITAS
Pengawasan kualitas memerlukan biaya, standar, pengawasan kualitas dengan sampel serta komponen-komponen tertentu dan memperbaiki, serta mempertahankan kualitas produk tersebut.
Langkah yang perlu diambil dalam penentuan standat kualitas adalah;
a.       Mempertimbangkan persaingan dan kualitas produk pesaing
b.       Mempertimbangkan bagaimana terakhir produk
c.       Kualitas harus sesuai dengan harga jual
Faktor yang mempengaruhi mutu adalah: Fungsi, Wujud Luar,  Biaya barang tsb.
DECISION MAKING/ PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengaruh kemampuan sumber daya manusia terdapat kualitas pelayanan /pengambilan keputusan, kepada masyarakat ditentukan, dipengaruhi  oleh:
PENGARUH KEMAMPUAN SDM

INDIKATOR PELAYANAN



a. Tingkat Pendidikan

Ketepatan Waktu
b. Keterampilan yang dimiliki

Ketepatan Periodic
c. Sikap mental

 Adil Tidak Pilih Kasih
d. Tingkah laku

Tidak Ada Biaya Di Luar Yang Telah Dilakukan
e. pengalaman dan pengetahuan















================================================================


BAB II
OPERASIONAL
A.     PENGERTIAN MANAJEMEN OPERASIONAL
Manajemen operasional didefinisikan sebagai suatu pengambilan keputusan dalam fungsi dan system operasi yang menghasilkan barang dan jasa. Definisi MO tersebut mengandung tiga elemen penting yaitu, Fungsi, Sistem dan Keputusan. Manajer operasional bertanggungjawab atas departemen atau fungsi organisasi yang menghasilakn barang dan jasa. Sedangkan elemen system merujuk pada sistem  transformasi yang menghasilkan barang dan jasa. Terakahir pengambilan keputusan dalam MO merupakan tema pokok. Terdapat lima keputusan penting dalam MO yaitu; sediaan, proses, kapasitas, tenaga kerja, dan mutu.

Energi



Material
Proses


Modal
Transformasi

Barang dan Jasa
Energi
Konversi

Umpan balik
Proses Transformasi merupakan perubahan suatu bentuk dan ukuran ke bentuk ukuran lain
                                                                                                                                 
B. OPERASI SEBAGAI SISTEM PRODUKTIF
Manajemen operasional sebagai pengelola sistem transformasi mengonversi masukan menjadi barang dan jasa. Masukan sistem tersebut adalah energy, material, modal, tenaga kerja dan informasi. Semua masukan tersebut dikonversi menjadi barang dan jasa melalui teknologi proses yaitu metode tertentu yang dipakai untuk melakukan transformasi tersebut.
C. Keputusan Dalam Manajemen Operasional
Keputusan Dalam Manajemen Operasional dapat dikelompokkan menjadi lima yaitu, sediaan, proses, kapasitas, tenaga kerja, dan mutu.

D. Posisi Manajemen Operasional Dalam Organisasi
a.       Operator Manager
b.       Material manager
c.       Investory  Manager
d.       Production Control and Scheduling manager
e.       Quality Manager
f.        Facility Manager
g.       Line Manager
h.       Operation Planning Analyst
E. Manajer Operasi dan Strategi
Pada dasarnya, ada empat fungsi dalam perusahaan, yaitu Keuangan, Pemasaran, Operasi, dan personalia. Masing-masing fungsi manajer bertanggung jawab memilih kombinasi strategis yang tepat untuk menghidupkan kondisi dalam perusahaan.








 =================================================================


BAB III
PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DITENTUKAN SEKTOR PRODUKSI
Pertumbuhan dan perkembangan terhadap kehidupan perekonomian suatu daerah sangat ditentukan sejauh mana sektor produksi itu mampu diciptakan. Sebab kunci dari ekonomi itu sendiri adalah produksi dan distribusi yang menghasilkan suatu barang yang biasa dinikmati oleh konsumen. Ekonomi itukan suatu kehidupan. Sehingga faktor ekonomi itu bisa berkembang dan maju jika ada produksi yang menghasilkan sesuatu dalam bentuk barang. Sayangnya masyarakat kita ini kebanyakan masuk dalam kategori konsumen. Seharusnya pemerintah membangun suatu saranan insfrastruktur yang memadai sehingga pradigma masyarakat yang daya  komsumsi yang tinggi ini suatu kelak dapat diatasi.
Dampak lain jika semua orang hanya sekedar sebagai konsumen  dan tidak ada yang bergerak dalam sektor produksi , maka secara otomatis gaya hidup masyarakat itu akan cenderung menajdi konsumtif. Barang-barang yang dihasilkan itu disitribusikan oleh pedagang kecil dan besar. Barang-barang tersebut para konsumen akan cenderung memilih barang yang mempunyai harga murah dan berkualitas.
Daerah lain di sedang melakukan system produksi, distribsi dll tetapi kalau di daerah Papua sebagian besar rakyat melakukan aktivitas produksinya diatas lahan tanah/sekitar air dengan potensi yang ada. Karena itu untuk meningkatkan sektor produksi khususnya sektor pertanian, kita bisa memilih mengembangakan bibit. Sebab bibitnya tersedia maka para petani akan menghasilkan suatu produk yang berlimpah.
Barometer pertumbuhan roda perekonomian rakyat sangat ditentukan sejauh mana aktivitas sector produksi mampu mewujudkan dengan baik. Namun untuk di wilayah papua sangat beragam kendala yang dihadapi sehingga belum makmur masyarakatnya. Kendala yang di hadapi warga papua antara lain yaitu terbatasnya Sumber daya Manusia, finansial, peralatan dan pembinaan kelompok.
Persoalan ini diatas secepatnya diatasi dengan penguatan kebijakan,  peningkatan SDM secara khususnya seperti pembinaan kelompok supaya bisa menyesuaikan dengan warga lain. Sehingga  sangat mudah memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat.







================================================================

BAB IV
MANAJEMEN PRODUKSI / OPERASI
Dalam melaksanakan kegiatan produksi atau operasi diperlukan suatu pengelohan faktor-faktor produksi yang dapat dilakukan melalui manajemen produksi atau manajemen operasional. Kegiatan produksi pada umumnya diartikan sebagai kegiatan yang merubah sesuatu barang menjadi barang yang lain. Barang dan jasa yang dihasilakn ini disebut produk. Semakin banyak atau semakin tinggi nilai kegunaan yang dihasilkan berarti semakin tinggi tingkat produktivitasnya.
           Produktivitas adalah usaha untuk meningkatkan rasio input dengan output yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut dalam satuan waktu tertentu. Upaya untuk meningkatkan produktivitas adalah mencari jalan, mencari cara kerja baru, metode kerja baru / proses yang mampu untuk memperbaiki apa yang dilakukan sebelumnya.
Penelitian dan Pengembangan serta Seleksi Produk
Penelitian dan Pengembangan serta Seleksi Produk dilakukan oleh perusahaan untuk apa dan bagaimana yang disukai konsumen menyangkut produk tersebut.
Kriteria produk baru/inovasi,
Produk baru ada perubahan-perubahan, dan yang belum pernah diproduksikan oleh perusahaan lain.
Langkah – Langkah Kegiatan Berusaha
1.       Rencana Bentuk Produk/jasa
2.       Rencana membuat atau membeli
3.       Rencana Menjual
4.       Rencana Tempat Kerja, Fasilitas Pembantu
5.       Perhutungan Biaya dan Laba, Kegiatan Aggaran
6.       Pelaksanaan
7.       Penilaian hasil Usaha
8.       Perbaiki Sempurnakan, kembangkan

Sifat – Sifat / Jiwa Pengusaha/wiraswasta yang Baik
Setiap perusahaan/organisasi atau orang dalam melakukan usaha menetukan dengan sifat/jiwa yang baik karena dengan jiwa dan semangat  tersebut dapat meningkatkan produktivitas kerja yang pada akhirnya mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi.
Sifat /jiwa antara lain, yaitu a. mempunyai tujuan dan rencana, b. selalu melihat kedepan, semangat yang kuat, serdas, berani mengambil resiko dan bertanggungjawab, jujur dan bekerja keras.
Manfaat Perencanaan dan Pengendalian Produksi
Dengan pelaksanaannya perencanaan dan pengendalian produksi dengan cermat maka akan dapat diperoleh beberapa manfaat antara lain:
Adapun manfaat bagi konsumen
    Manfaat bagi Produsen
 Harga barang lebih murah
Keselamatan Kerja Meningkat
Kualitas Barang yang Lebih Unggul
Kemantapan dalam Kesempatan Kerja
Ketepatan waktu penyelesaian
Perbaikan Kondisi Kerja

Peningkatan Kesejahteraan



MENGATUR


MANAJERIAL
 





MEMIMPIN











Manajer yang Memilki aspek Keterampilan yang dapat Mengatur  dan  melaksanakan kegiatan

Manajer yang memiliki jiwa dan keterampilan khusus yang Memimpin organisasi atau perusahaan 








USAHA SEKTOR PRODUKSI HARUS DITINGKATKAN
Salah satu program prioritas pemerintah propinsi adalah program pemberdayaan ekonomi rakayt apua.
Amanat untuk membangun perekonomian papua dengan berbasis kerakyatan itu dilaksanakan dengan memberikan kemudahan dan kesempatan seluasnya-luasnya kepada masyarakat papua. Pemberdayaan masyarakat papua melalui pemberdayaan ekonomi rakyat yang terus digalahkan salah satunya adalah melalui gerakan koperasi dan usaha kecil.
-          Bangsa yang kaya dengan kemajemukan
-          Bangsa yang kaya raja dengan SDA
Tetapi bangsa ini belum kaya dan belum ada kesejahteraan dan kemakmuran.
Terlebih lagi propinsi papua yang begitu kaya akan SDA yang melimpah tetapi rakyatnya masih tertinggal jauh dan belum makmur secara keseluruhan. Seharusnya dengan adanya dana otsus yang besar ditambah PAD ini digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kita semua dikaruniahi otak yang sama oleh Tuhan, tetapi masyarakat papua kalah saing dengan daerah lain di republik ini dikarenakan beberapa alasan pertama, terbatasnya Sumber Daya Manusianya, kebijakan dll kondisi papua. 
Beberapa usulan untuk memaksa orang papua untuk belajar bagaimana menjadi pelaku usaha
a.        Menciptakan SDM yang berkualitas antara lain;
1.       Pendidikan
2.       Pelatihan
3.       Pengalaman
4.       Penanganan kesehatan dan gisi
b.       Amanat otsus tentang pemberdayaan masyarakat papua diwujudkan
c.       Pengawasan ketat tehadap Illegal Logging dan illegal fishing
d.       Pemberantasan pejabat Koruptor
e.       Adanya kebijakan pengembangan usaha yang mempunyai dampak positif pada pereekonomian  
Kembangkan usaha yang sesuai dengan potensi yang dimilki daerah maka, kemungkinan pemberdayaan perekonomian rakyat membaik.







============================================================

BAB V
FAKTOR – FAKTOR PRODUKSI
ALIRAN JASA FAKTOR2 PRODUKSI
4 Sektor-  Perekonomian Terbuka, ini diadakan untuk Keseimbangan pendapatan nasional dalam ekonomi.  Perekonomian terbuka (4 sektor ) yaitu, Rumah tangga, Perusahaan, Pemerintah, dan Luar Negeri, Keseimbangan terjadi maka tujuan pertumbuhan ekonomi daerah dan pada akhirnya ada peningkatan pada kesejahteraan.
A.  Capital Output Ratio ( COR )
COR merupakan perbandingan antara modal yang diperlukan dan hasil yang dapat dicapai.
Incremental-Capital output Ratio ( ICOR) yaitu pertambahan modal yang diperlukan untuk menaikkan satu unit output.
B.      Ekspor Irian Jaya ( Papua thn 1998 Surplus Rp. 6,371 T DAN thn 1999 Surplus Rp 4,301
Belebihan mengekspor Sumber Daya Alam dengan tujuan untuk membangun dan meningkatkan perekonomian serta mensejahterakan rakyat. Pada tahun ini kebijakan sepenuhnya diambil pemerintah pusat dan itupun kebijakan pusat. Setelah itu pemerintah memberikan otsus maka segala kebijakan diberikan kepada daerah otonomi untuk memipin wilayahnya termasuk papua. Namun wilayah papua kebijakan belum semuanya berjalan baik hingga saat ini. Kendalah kebijakan membuat ekspor papua ke luar melalui proses antara pusat dan daerah.
C.     Output Total dan Output Perkapita
Untuk melihat produktivitas penduduk suatu Negara, para ahli sering menggunakan criteria angka output PNB perkapita. Pendapat perkapita suatu masyarakat dapat diperolleh dengan membagi PNB tahun tertentu dengan jumlah populasi.
D.     Perhitungan Produksi dan Pendapatan Nasional
1.       Pendekatan Produksi
NT, NK, NM Jika nilai tambah disemua sektor sudah diketahui, maka PDB bisa dicari, dimana bersarnya PDB tersebut dengan penjumlahan total seluruh nilai di semua sektor.
2.       Pendekatan Penerimaan
Yaitu menjumlahkan seluruh yang diterima oleh semua lapisan yang bersangkutan selama kurun waktu tertentu.
3.       Pendekatan Pengeluaran
C = Pengeluaran/konsumsi RT
I  = Pengeluaran perusahaan/ivestasi
G = Pengeluaran konsumsi pemerintah

E.      Pertumbuhan Ekonomi, Menghitung pertumbuhan ekonomi dengan rumusnya, yaitu
              PDB1 – PDB0
G =                                         X 100%
                PDB0
  Dimana :
G           = Laju Pertumbuhan
PDB1  = PDB pada tahun tertentu
PDB0  = PDB pada tahun sebelumnya

F.      Jumlah Penduduk Irian Jaya  selama 5 tahun
Peningkatan penduduk per tahun rata-rata

Tahun
Tahun
1-2-3-4-5
Jumlah per Tahun
1
1995
Kurangi
 
 

2
1996
 
78. 273 Naik
3
1997
 
37.500 naik
4
1998
 
53.100 naik
5
1999
 
53.800 naik

Total

            222.673











Jumlah Penduduk Irian Jaya  selama 5 tahun meningkat berturut-turut menjadi,  222.673,  penduduk di papua. Pada tahun 1995-1996 naik 78.273 sedangkan 1996-1997 naik sedikit 37.500 dan th 1998-1999 naik  53.100 dan 53.800 naik (700) penduduk papua saat itu.
G.     Reinventing Gonvernment (pemerintahan wirausaha)
Reinventing government, intinya ialah “mewirausahakan birokrasi”
Mewirausahakan Birokrasi mentransformasikan semangat wirausaha ke dalam sektor publik
1.       Pemerintah Katalis: Mengarahkan daripada Mengayuh.
Fungsi pemerintah membuat kebijakan
2.       Pemerintah Wirausaha - Alangkah baiknya menghasilakn daripada membelanjakan
3.       Pemerintah yang dikerakkan Misi - Melalui misi melayani masyarakat
4.       Pemerintah yang berorientasi hasil - Membiaya hasil, bukan masukan. Membiayai hasil yang ada di daerah
5.       Pemerintah berorientasi Pelanggan
Pemerintah yang dianggap paling mengetahui keinginan masyarakat, oleh sebab itu produk /jasa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat
6.       Pemerintah Berorientasi Pasar - Mendongkrak perubahan melalui pasar.
7.       Produktivitas Dan Kinerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi prduktivitas menurut R.A.S yaitu
a.       Perkembangan teknologi
b.       Kinerja SDM







 ===================================================================



BAB VI
MANAJEMEN OPERASI/PRODUKSI
Produksi adalah berupaya menciptakan produk atau jasa dalam jumlah yang tepat, waktu yang tepat dan dengan kualitas yang tepat pula.  Agar tujuan dapat di capai secara efektif dan efisien maka memerlukan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian serta pengawasan. Adapun tujuan produksi adalah produktivitas, sedangkan tujuan manajemen produksi/operasi adalah pencapaian produktivitas.
Mengapa manajemen produksi /operasi perlu diketahui ? perlu diketahui agar supaya semua bisa menghayati cara-cara mengkombinasikan barang/jasa yang dipadukan dengan kegiatan pemasaran, personalia,keuangan, dan akuntani.
A.     MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi bertujuan untuk mengatur penggunaan penolong faktor-faktor produksi yang baik dan berguna secara efektif dan efisien.
            Proses produksi merupakan interaksi antara bahan dasar, bahan2 pembantu dan mesin-mesin dan peralatan dipergunakan, maka keluarlah hasil. Sedangkan manajemen adalah mengelola, yang mempunyai fungsi-fungsi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan. Tujuan manajemen produksi adalah memproduksikan atau mengatur produksi barang-barang dan jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu sesuai dengan kebutuhan konsumen.
B.      KEGIATAN PRODUKSI
Kegiatan produksi pada umunya diartikan sebagai kegiatan yang membuat/membentuk sesuatu barang atau kegiatan yang merubah sesuatu barang menjadi barang lain. Semakin banyak barang yang yang diproduksi semakin banyak nilai tambah yang dihasilkan
C.      PROSES PRODUKSI
-          Proses adalah kegiatan untuk mentransformasi/mengubah sejumlah input menjadi output yang berguna untuk customer tertentu.
-          Prosess produksi merupakan suatu cara, metode maupun teknik bagaimana penambahan manfaat dilaksanakan dalam perusahaan.
Penambahan manfaat dilakukan melalui proses tiga cara yaitu Input + Proses + Output.
D.     BAURAN OPERASI
Sasaran Perusahan
a.      Sasaran pemasaran ( produk, harga, promosi, tempat )
b.      Sasaran operasi, ( Fasilitas, Insfrastraktur, hubungan )
E.      PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK
Penelitian dan Pengembangan adalah metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.
-          Pengembangan Mutu
-          Pengembangan bentuk dan desin produk
-          Pengembangan kegunaan produk
Sehingga apa yang diproduksikan semakin lebih mendekati selera konsumen.
Dalam usaha mengembangkan kegiatan usaha terdapat 3 (tiga) macam keadaan yang selalu dihadapi, yaitu :
a.       ketidakpastian
b.       Resiko
c.       Kepastian
Sedangkan sikap manusia dalam menghadapi resiko ada 3 (tiga), yaitu:
a.      Senang terhadap resiko
b.      Netral
c.       Tidak senang resiko
F.      Persoalan –Persoalan Standar
Yang dimaksud persoalan –persoalan standar disini adalah persoalan yang berhubungan dengan :
1.       Pengerjaan standar
2.       Waktu standar
3.       Standar produksi
4.       Standar ukuran (standarisasi)
Dengan mengikuti pengerjaan standar, tujuan berproduksi dikehendaki pada waktu yang tepat, dan kualitas yang diharapkan dapat tercapai.
G.     Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Meliputi hal-hal, yakni
1.       Membuat dan mendesain produk yang dihasilkan
2.       Penentuan teknologi yang digunakan
3.       Tata letak
4.       Pengerakan tenaga
5.       Persediaan bahan baku
6.       Penentuan daerah pemasaran
7.       Penentuan organissi sebagai wadah

H.     Lokasi Perusahaan
Lokasi suatu perusahaan perlu direncanakan secara teliti oleh perusahaan yang bersangkutan, mengenai jarak lokasi, lokasi pasar, fasilitas, tenaga kerja, tersediannya sumber energy.

I.        Tersediannya Tenaga Kerja
Empat klasifikasi tenaga kerja yang dipersiapkan oleh suatu perusahaan
1.       Tenaga ahli dan terlatih
2.       Tenaga ahli tetapi belum terlatih
3.       Tenaga kerja tidak ahli tetapi terlatih
4.       Tenaga kerja tidak ahli dan tidak terlatih

J.       Fungsi Perencanaan dan Pengendalian
Dengan pengaturan yang baik, persiapan yang baik, serta pengendalian yang baikpula, maka kegiatan tersebut akan dapat dilaksanakan dengan hasil yang lebih baik.















=========================================================================
BAB VII
SUPLAY SIDE AND DEMAND SIDE

A.     Faktor Produksi
Factor produksi merupakan input yang diproses lebih lanjut oleh produsen untuk menghasilkan suatu hasil produksi.
Factor-faktor produksi meliputi antara lain
1.      Bahan baku / SDA               4. Keterampilan
2.      Tenaga kerja                       5. Tanah
3.      Modal                                  6. Mesin/Peralatan
Faktor produksi tersebut diolah lebih lanjut untuk menghasilkan barang dan jasa.
Barang dan jasa yang dihasilkan ada nilai tambah:
·         Manfaat / kegunaan, dan
·         Nilai jua
B.     Produsen
Produsen memilih teknologi dan kualitas input yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Ada dua cara yang dipilih produsen
1.       Teknologi adalah pengetahuan nasyarakat akan memproduksi
2.       Tenaga kerja, modal dan SDA merupakan input pokok dalam produksi
C.     Efisiensi Teknis Fungsi Produksi
Fungsi prduksi harus efisien secara teknis dan tunduk pada the law of diminishing returns. The law of diminishing returns menyatakan bahwa jika semua input konstan, sedangkan sebuah input dapat berubah-ubah.
D.     Biaya Ekonomis
Biaya Ekonomis adalah nilai dari seluruh sumber daya yang digunakan dalam memproduksi suatu barang. Biaya ekonomis terdiri dari biaya  privat dan biaya eksternal

E.      Biaya Tetap dan Biaya Variable
Dalam proses produksi ada biaya tetap dan variable
1.       Biaya tetap adalah biaya yang secara langsung tergantung pada tingkat produksi
2.       Biaya variable adalah biaya yang secara langsung tergantung pada tingkat output
3.       Biaya total adalah penjumlahan fixed cost dan variable cost

F.      Fungsi Produksi Cobb Dougle
Fungsi Produksi Cobb Dougle merupakan contoh fungsi produksi yang homogeny yang mempunyai elastisitas subtitusi yang konstan.

G.     Permintaan dan Penawaran
Konsep permintaan digunakan untuk menunjukkan keinginan, seorang pembeli pada suatu pasar. Harga , pendapatan, selera dan harapan-harapan untuk masa datang merupakan vaiabel variable penting dalam fungsi permintaan.
Fungsi permintaan Q = F (Harga , pendapatan, selera, harapan-harapan)
Hukum permintaan jika harga naik, kualitas yang diminta turun
Konsep penawaran, digunakan untuk menunjukkan keinginan para penjual ( produsen) di suatu pasar.
Keadaan tersebut dalam fungsi penawaran Q=g (Harga, harapan pada masa datang, harga input).
Hukum penawaran: Jika harga naik, kuantitas yang ditawarkan juga naik.

H.     Elastisitas
Elastisitas adala derajat kepekaan kuantitas yang diminta atau ditawarkan terhadap salah satu faktor yang mempengaruhi fungsi permintaan atau penawaran. Elastisitas menjelaskan respon /kuantitas diminta jika harga pendapatan / faktor –faktor lainnya berubah.
Elastisitas harga (Permintaan ) adalah persentase perubahan kuantitas yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang tersebut sebesar 1%.

                                      % Perubahan Kuantitas yang diminta
Elastisitas harga =
                                     % Perubahan harga barang tersebut

Nilai krisis Elastisitas adalah satu
Para ekonomi mengelompokkan koefisien elastic harga, tergantung pada apakah koefisien tersebut lebih besar, sama dengan atau lebih kecil dari satu. ( Jika E > 1 )
Nilai Elastisitas Pendapatan
Nilai elastisitas pendapatan bisa positif, nol atau negative
I.        Pasar
Pasar adalah tempat (ruang dan waktu ) bertemunya penjual dan pembeli
Pasar persaingan sempurna adalah suatu keadaan dimana ada banyak pembeli dan penjual sehingga tidak dapat mempengaruhi harga yang berlaku,dan terdapat kebebasan untuk keluar masuk pasar
Monopoli adalah penjual tunggal suatu barang yang tidak mempunyai subtitusi yang rapat. Dimana hanya ada satu penjual untuk suatu barang tertentu.
Oligopoli yaitu di pasar hanya ada sedikit penjual, tindakan seorang penjual berpengaruh terhadap penjual lainnya.
J.       Circular Flow
Dalam ekonomi menggolongkan orang-orang atau lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi manjadi 5 kelompok besar, yaitu
                                            >      Rumah Tangga
                                            >      Produsen
                                            >      Pemerintah
                                            >      Lembaga-lembaga keuangan
                                            >      Negara-negara lain
Sedangkan perekonomian nasional dilihat sebagai sistem yang terdiri 4 besar, yaitu
                                         >         Pasar barang
                                         >         Pasar uang
                                         >         Pasar tenaga kerja
                                         >         Pasar luar negeri








=======================================================================
BAB VIII
PENINGKATAN DAYA SAING GLOBAL
1.     Kita memiliki potensi sumber daya alam yang sukup banyak, merupakan keunggulan komparatif, yaitu Hutan, Laut, lahan, Sungai perkebunan dll
Yang seharusnya dikelola secara optimal yaitu bijaksana, efektif dan efisien.
Perlu ada komitmen yang sungguh-sungguh merubah keunggulan ini.
 Competitive Advantages
               
 Diperlukan Investasi besar akan tercita nilai tambah
o   Semakin bertambah/berguna
o   Meningkat nilai jual/harga
       Tercipta pertumbuhan ekonomi diukur dengan PDB/PDRB
2.     Kunci untuk mengelola dan menggerakkan potensi adalah SDM yang berkualitas dan handal:
a)     Pengembangan Kemampuan SDM yaitu melalui peningkatan: Pendidikan, Pelatihan ,Pengalaman, Kesehatan.
b)     Komeitmen dan kemauan kerja
c)      Kejujuran
d)     Teladan
3.     Pengembangan Agrobisnis dan agroindustri
Terbuka pasaran global untuk ekspor ke berbagai negara
Perlu kebijakan pada pengembangan usaha sehingga mempunyai dampak posistif ekonomi yang dapat menciptakan yaitu
a.       Nilai tambah
b.      Menciptakan kesempatan kerja baru
c.       Meningkatkan penadapatan masyarakat
d.      Terciptanya pertumbuhan ekonomi yang diukur serta peningkatan penerimaan pajak – PAD.
Kembangkan usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki
4.      Sumber Daya Alam, tanpa potensial yang didukung maka SDA tersebut tidak akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Tiga kunci persaingan dalam perdagangan bebas, yaitu
a.       Kualitas
b.      Efisiensi
c.       Produktivitas
Merumuskan strategi kebijakan pembangunan maka sebelum dilakukan analisis SWOT terlebih dahulu. Dan Strategi diturunkan ke tujuan, program dan kegiatan.  Dibutuhkan manusia untuk dikerjakan, tetapi manusia harus memiliki Imtek, dan Imtaq  yang berkualitas dan terdidik.
Dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi (PDRB/PDB) alasan dasar adalah:
1.      Pendidikan signifikan dengan pertumbuhan ekonomi
2.      Pertumbuhan ekonomi signifikan dengan peningkatan derajat kesehatan
Untuk meningkatkan daya saing global maka perlu kurangi
1.      Mengurangi kebocoran anggaran Negara per tahun
2.      Kurangi illegal logging
3.      Kurangi illegal fishing
Sebab membangun bangsa ini diperlukan kejujuran dan ketulusan hati.
Peningkatan Daya Saing Global Indonesia
A.      SDA -  Potensial Kelola dengan bijak dan investasi = pertumbuhan ekonomi
B.      SDM
1.      KUALITAS, Pengembangan SDM
2.      KOMITMEN
3.      KEJUJURAN (Minimalisasi kebocoran )
C.      Agribisnis dan Agroindustri Pasaran global  Hasilnya adalah nilai tambah
     Ekonomi krisis tetap bertahan

Komentar