TUGAS
INDIVIDU
INTISARI
DARI TEORI MANAJEMEN OPERASIONAL
Materi Oleh Prof. Dr. Y. Rante,
SE.,M.Si
![]() |
Nama : Lakiek Silip
Nim : -
Angkatan : 27
Semester : II
PROGRAM
PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS
CENDERAWASIH
JAYAPURA
2018
===================================================
BAB I
INTISARI DARI MATERI MANAJEMEN
OPERASIONAL
A. MANAJEMEN OPERASIONAL/PRODUKSI
1.
Manajemen
adalah suatu teknik memimpin
dalam suatu organisasi dengan memanfaatkan dan mengalokasikan sejumlah sumber
daya (masukan/input) yang dimiliki secara efektif dan efisien guna mencapai
output/keluaran secara optimal. Manajemen dapat mengandung arti bagaimana mendapatkan
suatu hasil melalui kegiatan orang lain. Sedangkan Leadership adalah bagaimana
memimpin (termasuk memotivasi) agar orang mau berbuat atau berpartisipasi
(atasan bawahan).
UNSUR – UNSUR MANAJEMEN ( 5M)
1. Man 4. Machine
2. Money 5. Methol
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.
Material
b. Sumber Daya Manusia dapat
berupa unsur-unsur :
1.
Kecerdasan
2.
Keimanan dan ketaqwaan
3.
Kepribadian yang mantap dan mandiri
4.
Penguasaan ilmu pengetahuan
5.
Rasa tanggung jawab
Manusia
merupakan sumber daya paling penting dalam usaha organisasi/perusahaan untuk
mencapai keberhasilan bersama-sama dengan money, material, machine, methol
lainnya.
Sedangkan mutu pengabdian ditentukan oleh
|
1. Kualitas
|
2. Moralitas
|
|
3. Loyalitas
|
4. Akseptabilitas
|
|
TUJUAN ORGANISASI
|
|||||
|
MASUKAN
|
|
|
KELUARAN
|
||
|
Sumber
Daya Fisik, dn non fisik,
|
Prencanaan
|
|
|||
|
Seperti
pakaian,
|
Pengorganisasian
|
||||
|
Manusia,
mesin
|
Pengarahan
|
BARANG
DAN JASA
|
|||
|
Teknologi
dan modal
|
Pengkoodinasian
|
||||
|
Pengendalian
|
|||||
2. OPERASIONAL /OPERASI
Suatu
proses produksi yang adalah cara, teknik, /metode yang di gunakan dalam
kegiatan penciptaan faedah atau penambahan faedah. Proses ini dilaksanakan
melalui fungsi-fingsi manajemen yaitu; Perencanaan, Pengorganisasian,
Pengarahan, Staffing.
Manajemen
operasi telah ada sejak manusia dapat memproduksi barang dan jasa. Setiap
kegiatan ekonomi bertujuan untuk mencapi kemakmuran.
Proses
adalah sejumlah kegiatan untuk
mentransformasikan / mengubah sejumlah input menjadi output bagi pelanggan
tertentu.
3. PRODUKSI
Produksi
adalah penambahan atau penciptaan faedah/manfaat/terciptanya nilai tambah.
Penambahan faedah dapat beberapa macam cara yaitu faedah bentuk, waktu, tempat
dan gabungan dari faedah tersebut.
Produk
Produk
adalah hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang, sedangakn hasil
kegiatan produksi yang tidak terwujud disebut jasa.
Produsen
Produsen
adalah orang maupun lembaga yang menghasilkan produk (melalui proses produksi).
Sistem produksi
Sistem
produksi merupakan serangkaian elemen yang saling berhubungan dan saling
menunjang untuk melaksanakan kegiatan penambahan manfaat dalam suatu perusahaan
tertentu, Meliputi lokasi pabrik, letak fasilitas produksi, lingkungan kerja
serta standar produksi.
Perencanaan
Perencanaan
produksi merupakan perencanaan tentang apa dan berapa yang akan diproduksikan
oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
Produktivitas
Produktivitas
adalah usaha untuk meningkatkan rasio input dengan output (hasil) yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut dalam
suatu satuan waktu tertentu. Tinggi rendahnyanya produkutivitas dapat diukur
dari perbandingan antara input dengan outputnya, rumusnya
|
Output
|
||
|
Produktivitas=
|
||
|
Input
|
||
Pengukuran
produktivitas dapat dilakukan secara langsung, misalnya dengan jam/orang tiap
ton hasil.
Ukuran
produktivitas secara professional adalah
|
1. Kejujuran
|
2. Kompetensi
|
3. efisien
|
|
4. Efektif
|
5. Aktif
|
Pengertian
produktivitas dalam artian luas pada dasarnya produktivitas mencakup sikap
mental patriotic yang memandang hari depan secara optimis dengan berakar pada
keyakinan diri bahwa kehidupan hari ini haruslah lebih baik dari kemarin dan
hari esok haruslah lebih baik dari hari ini.
Uraian
diatas Secara skematis diatas dapat di gambarkan sbb.
![]() |
|||
![]() |
|||
|
-
Sumber Daya Alam
|
Fungsi Manajemen
|
-
Mutu
|
|||
|
-
Sumber Daya Manusia
|
-
Perencanaan
|
-
Efisien
|
|||
|
-
Sumber Daya Modal
|
-
Pengorganisasian
|
-
Produktivitas
|
|||
|
-
Mesin-Mesin Dan Peralatan
|
-
Pengarahan
|
||||
|
-
Pengkoordinasian
|
|||||
|
-
Pengawasan
|
|||||


Empat Tempat Dalam Proses
Produksi
Agar
supaya tujun dapat dicapai dengan efektif dan efisien, dan sehingga kedaan
berupa
1.
Tempat Waktu
2.
Tepat Mutu
3.
Tepat Jumlah
4.
Tepat Harganya
B. PENGENDALIAN KUALITAS (Quality
Control)
1 . Apa Pengertian
Mutu dan Era Perdagangan Bebas
Definisi
Mutu Adalah
a.
Cocok/sesuai dengan tujuan (menurut
Juran)
b.
Memenuhi kebutuhan pelanggan (Duming)
c.
Memuaskan kebutuhan pelanggan (Quality
vocabulary)
d.
Memenuhi harga konsumen (Feigenbaun)
e.
Memenuhi standar ( Crosby )
Pengertian
tentang mutu banyak versi tujuan untuk
mempertahankan ketahan dan daya saing produk mereka.
Menghadapi
perdagang bebas , maka kekuatan kompetisi yang paling diandalkan adalah
strategi mutu, karena konsepsi dan strategi ini terus berkembang mengikuti tren
kondisi globalisasi.
2
.
Pengendalian Kualitas, Unsur penjamin ( Sukanto R. 1997)
Unsur pendukung dan lingkungan dunia usaha (
Ekstern dan Intern serta Kegiatan Pengawasan Kualitas /Mutu.
Perusahaan
atau organisasi yang berhasil adalah yang memiliki pandangan keluar dan kedalam
mengenai usaha mereka. Memonitor lingkungan yang berubah-ubah dan secara
kontinyu menyesuaikan usaha mereka dengan peluang terbaik yang ada.
C. DIMENSI KUALITAS
Mengukur
kualitas tidaklah mudah sehingga di ukur dengan dua dimensi yaitu dimensi
kualitas dan dimensi kualitatif. Pada umumnya konsumen melihat kualitas
barang/jasa dalam 6 dimensi:
|
* Operasi / fungsi barang dan jasa
|
* Mudahnya di Servis
|
|
* Kehandalan & Keawetan
|
* Penambilan dan,
|
|
* Kesesuaian dengan Spesifikasi
|
* Kualitas yang di tangkap,
citra
|
INTISARI KENDALI MUTU
Melaksanakan
kendali mutu adalah mengembangkan, mendesain, memproduksi, paling beragam dan
saling memuaskan konsumen.
Intisari
Kendali Mutu Meliputi;
1.
Pertama mengetahui kebutuhan para
konsumen
2.
Mengetahui apa yang akan dibeli oleh
konsumen
3.
Kita tidak dapat menetapkan mutu tanpa
mengetahui biayannya
4.
Antisipasi kemungkinan terjadi cacat
atau pengaduan-pengaduan
5.
Selalu mempertimbangakn untuk
mengambil tindakan yang memandai
6.
Keadaan kendali mutu yang ideal ialah
bila pengendalian tidak memerlukan lagi pemeriksaan
System
jaminan mutu untuk mengawasi kendali mutu di di dunia internasional adalah ISO
9000, karena dipaksa oleh keadaan dalam rangka persaingan mutu pasar bebas.
Iso
diadakan karena semua menyadari bahwa kita hendak memasuki era globalisasi dan
bersaing di pasar bebas melalui
kesepakatan bersama untuk membuka pasarnya dengan tujuan ekspor – impor
ditiadakan atau diperkecil. Bagi mereka yang bersaing terbuka peluang untuk
meningkatkan ekspornya kemancanegara. Peluang ISO tidak ditangkapi serius maka
dalam negari kebanjiran barang impor.
D. PERANAN PEMERIKSAAN DAN
PENGAWASAN
Pengawasan
kualitas menentukan komponen-komponen mana yang rusak dan menjaga agar
bahan-bahan untuk produksi mendatang jangan sampai rusak. Pengawasan kualitas
ialah alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk. Di perlukan
pemeriksaan yang mencakup pengukuran, pencicipan, penyentuhan, penimbangan atau pengujian, Tujuannya
agar melihat apakah ada kualitas yang
tak dapat diterima atau semua keadaan baik.
Perbedaan aspek yang
diperiksa, apabila yang diperlukan itu barang maka:
|
1. Spesifikasinya
|
|
2. Sifat-sifat
|
|
3. Dapat
dipasarkan
|
|
4.
Kinerja
|
Bila diperiksa itu
hasil jasa maka aspek kualitas yang di ukur adalah:
|
1. Spesifikasi
|
|
2. Sifat
|
|
3. Dapatnya dipasarkan
|
|
4. Kinerja
|
E. PENGEDALIAN KUALITAS
Pengawasan
kualitas memerlukan biaya, standar, pengawasan kualitas dengan sampel serta
komponen-komponen tertentu dan memperbaiki, serta mempertahankan kualitas
produk tersebut.
Langkah
yang perlu diambil dalam penentuan standat kualitas adalah;
a.
Mempertimbangkan persaingan dan
kualitas produk pesaing
b.
Mempertimbangkan bagaimana terakhir
produk
c.
Kualitas harus sesuai dengan harga
jual
Faktor
yang mempengaruhi mutu adalah: Fungsi, Wujud Luar, Biaya barang tsb.
DECISION MAKING/
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengaruh
kemampuan sumber daya manusia terdapat kualitas pelayanan /pengambilan
keputusan, kepada masyarakat ditentukan, dipengaruhi oleh:
|
PENGARUH KEMAMPUAN SDM
|
|
INDIKATOR PELAYANAN
|
|
|
|
|
|
a. Tingkat Pendidikan
|
|
Ketepatan Waktu
|
|
b. Keterampilan yang dimiliki
|
|
Ketepatan Periodic
|
|
c. Sikap mental
|
|
Adil
Tidak Pilih Kasih
|
|
d. Tingkah laku
|
|
Tidak Ada Biaya Di Luar
Yang Telah Dilakukan
|
|
e. pengalaman dan pengetahuan
|
|
|
|
|
|
|
================================================================
BAB II
OPERASIONAL
A. PENGERTIAN MANAJEMEN OPERASIONAL
Manajemen
operasional didefinisikan sebagai suatu pengambilan keputusan dalam fungsi dan
system operasi yang menghasilkan barang dan jasa. Definisi MO tersebut
mengandung tiga elemen penting yaitu, Fungsi, Sistem dan Keputusan. Manajer
operasional bertanggungjawab atas departemen atau fungsi organisasi yang
menghasilakn barang dan jasa. Sedangkan elemen system merujuk pada sistem transformasi yang menghasilkan barang dan
jasa. Terakahir pengambilan keputusan dalam MO merupakan tema pokok. Terdapat
lima keputusan penting dalam MO yaitu; sediaan, proses, kapasitas, tenaga
kerja, dan mutu.
|
||||
|
Material
|
Proses
|
|||
|
Modal
|
Transformasi
|
Barang dan Jasa
|
||
|
|
Konversi
|
|
Umpan
balik
Proses
Transformasi merupakan perubahan suatu bentuk dan ukuran ke bentuk ukuran lain
B. OPERASI SEBAGAI SISTEM
PRODUKTIF
Manajemen
operasional sebagai pengelola sistem transformasi mengonversi masukan menjadi
barang dan jasa. Masukan sistem tersebut adalah energy, material, modal, tenaga
kerja dan informasi. Semua masukan tersebut dikonversi menjadi barang dan jasa
melalui teknologi proses yaitu metode tertentu yang dipakai untuk melakukan
transformasi tersebut.
C.
Keputusan Dalam Manajemen Operasional
Keputusan
Dalam Manajemen Operasional dapat dikelompokkan menjadi lima yaitu, sediaan, proses, kapasitas, tenaga kerja,
dan mutu.
D.
Posisi Manajemen Operasional Dalam Organisasi
a.
Operator Manager
b.
Material manager
c.
Investory Manager
d.
Production Control and Scheduling
manager
e.
Quality Manager
f.
Facility Manager
g.
Line Manager
h.
Operation Planning Analyst
E. Manajer Operasi dan Strategi
Pada
dasarnya, ada empat fungsi dalam perusahaan, yaitu Keuangan, Pemasaran,
Operasi, dan personalia. Masing-masing fungsi manajer bertanggung jawab memilih
kombinasi strategis yang tepat untuk menghidupkan kondisi dalam perusahaan.
=================================================================
BAB III
PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH
DITENTUKAN SEKTOR PRODUKSI
Pertumbuhan
dan perkembangan terhadap kehidupan perekonomian suatu daerah sangat ditentukan
sejauh mana sektor produksi itu mampu diciptakan. Sebab kunci dari ekonomi itu
sendiri adalah produksi dan distribusi yang menghasilkan suatu barang yang biasa
dinikmati oleh konsumen. Ekonomi itukan suatu kehidupan. Sehingga faktor
ekonomi itu bisa berkembang dan maju jika ada produksi yang menghasilkan
sesuatu dalam bentuk barang. Sayangnya masyarakat kita ini kebanyakan masuk
dalam kategori konsumen. Seharusnya pemerintah membangun suatu saranan
insfrastruktur yang memadai sehingga pradigma masyarakat yang daya komsumsi yang tinggi ini suatu kelak dapat diatasi.
Dampak
lain jika semua orang hanya sekedar sebagai konsumen dan tidak ada yang bergerak dalam sektor
produksi , maka secara otomatis gaya hidup masyarakat itu akan cenderung
menajdi konsumtif. Barang-barang yang dihasilkan itu disitribusikan oleh
pedagang kecil dan besar. Barang-barang tersebut para konsumen akan cenderung
memilih barang yang mempunyai harga murah dan berkualitas.
Daerah
lain di sedang melakukan system produksi, distribsi dll tetapi kalau di daerah
Papua sebagian besar rakyat melakukan aktivitas produksinya diatas lahan
tanah/sekitar air dengan potensi yang ada. Karena itu untuk meningkatkan sektor
produksi khususnya sektor pertanian, kita bisa memilih mengembangakan bibit.
Sebab bibitnya tersedia maka para petani akan menghasilkan suatu produk yang
berlimpah.
Barometer
pertumbuhan roda perekonomian rakyat sangat ditentukan sejauh mana aktivitas
sector produksi mampu mewujudkan dengan baik. Namun untuk di wilayah papua sangat
beragam kendala yang dihadapi sehingga belum makmur masyarakatnya. Kendala yang
di hadapi warga papua antara lain yaitu terbatasnya Sumber daya Manusia,
finansial, peralatan dan pembinaan kelompok.
Persoalan
ini diatas secepatnya diatasi dengan penguatan kebijakan, peningkatan SDM secara khususnya seperti pembinaan
kelompok supaya bisa menyesuaikan dengan warga lain. Sehingga sangat mudah memperbaiki kondisi perekonomian
masyarakat.
================================================================
BAB IV
MANAJEMEN PRODUKSI / OPERASI
Dalam melaksanakan kegiatan
produksi atau operasi diperlukan suatu pengelohan faktor-faktor produksi yang
dapat dilakukan melalui manajemen produksi atau manajemen operasional. Kegiatan
produksi pada umumnya diartikan sebagai kegiatan yang merubah sesuatu barang
menjadi barang yang lain. Barang dan jasa yang dihasilakn ini disebut produk.
Semakin banyak atau semakin tinggi nilai kegunaan yang dihasilkan berarti
semakin tinggi tingkat produktivitasnya.
Produktivitas adalah usaha untuk
meningkatkan rasio input dengan output yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut
dalam satuan waktu tertentu. Upaya
untuk meningkatkan produktivitas adalah mencari jalan, mencari cara kerja baru,
metode kerja baru / proses yang mampu untuk memperbaiki apa yang dilakukan
sebelumnya.
Penelitian dan Pengembangan serta
Seleksi Produk
Penelitian
dan Pengembangan serta Seleksi Produk dilakukan oleh perusahaan untuk apa dan
bagaimana yang disukai konsumen menyangkut produk tersebut.
Kriteria
produk baru/inovasi,
Produk
baru ada perubahan-perubahan, dan yang belum pernah diproduksikan oleh
perusahaan lain.
Langkah – Langkah Kegiatan
Berusaha
1.
Rencana Bentuk Produk/jasa
2.
Rencana membuat atau membeli
3.
Rencana Menjual
4.
Rencana Tempat Kerja, Fasilitas
Pembantu
5.
Perhutungan Biaya dan Laba, Kegiatan
Aggaran
6.
Pelaksanaan
7.
Penilaian hasil Usaha
8.
Perbaiki Sempurnakan, kembangkan
Sifat – Sifat / Jiwa
Pengusaha/wiraswasta yang Baik
Setiap
perusahaan/organisasi atau orang dalam melakukan usaha menetukan dengan
sifat/jiwa yang baik karena dengan jiwa dan semangat tersebut dapat meningkatkan produktivitas
kerja yang pada akhirnya mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi.
Sifat
/jiwa antara lain, yaitu a. mempunyai tujuan dan rencana, b. selalu melihat
kedepan, semangat yang kuat, serdas, berani mengambil resiko dan bertanggungjawab,
jujur dan bekerja keras.
Manfaat Perencanaan dan
Pengendalian Produksi
Dengan
pelaksanaannya perencanaan dan pengendalian produksi dengan cermat maka akan
dapat diperoleh beberapa manfaat antara lain:
|
Adapun manfaat bagi konsumen
|
Manfaat bagi Produsen
|
|
Harga barang lebih murah
|
Keselamatan Kerja
Meningkat
|
|
Kualitas Barang yang Lebih Unggul
|
Kemantapan dalam Kesempatan Kerja
|
|
Ketepatan waktu penyelesaian
|
Perbaikan Kondisi Kerja
|
|
|
Peningkatan Kesejahteraan
|
|
MENGATUR
|
|||||
|
MANAJERIAL
|
|
||||
|
|
MEMIMPIN
|
||||
|
Manajer yang Memilki aspek Keterampilan yang dapat Mengatur dan melaksanakan kegiatan
|
|||||
|
Manajer yang memiliki jiwa dan keterampilan khusus yang Memimpin
organisasi atau perusahaan
|
|||||
USAHA SEKTOR PRODUKSI HARUS
DITINGKATKAN
Salah
satu program prioritas pemerintah propinsi adalah program pemberdayaan ekonomi
rakayt apua.
Amanat
untuk membangun perekonomian papua dengan berbasis kerakyatan itu dilaksanakan
dengan memberikan kemudahan dan kesempatan seluasnya-luasnya kepada masyarakat
papua. Pemberdayaan masyarakat papua melalui pemberdayaan ekonomi rakyat yang
terus digalahkan salah satunya adalah melalui gerakan koperasi dan usaha kecil.
-
Bangsa yang kaya dengan kemajemukan
-
Bangsa yang kaya raja dengan SDA
Tetapi
bangsa ini belum kaya dan belum ada kesejahteraan dan kemakmuran.
Terlebih
lagi propinsi papua yang begitu kaya akan SDA yang melimpah tetapi rakyatnya
masih tertinggal jauh dan belum makmur secara keseluruhan. Seharusnya dengan
adanya dana otsus yang besar ditambah PAD ini digunakan sesuai kebutuhan
masyarakat.
Kita
semua dikaruniahi otak yang sama oleh Tuhan, tetapi masyarakat papua kalah saing
dengan daerah lain di republik ini dikarenakan beberapa alasan pertama, terbatasnya
Sumber Daya Manusianya, kebijakan dll kondisi papua.
Beberapa
usulan untuk memaksa orang papua untuk belajar bagaimana menjadi pelaku usaha
a.
Menciptakan SDM yang berkualitas antara lain;
1.
Pendidikan
2.
Pelatihan
3.
Pengalaman
4.
Penanganan kesehatan dan gisi
b. Amanat
otsus tentang pemberdayaan masyarakat papua diwujudkan
c. Pengawasan
ketat tehadap Illegal Logging dan illegal fishing
d. Pemberantasan
pejabat Koruptor
e. Adanya
kebijakan pengembangan usaha yang mempunyai dampak positif pada
pereekonomian
Kembangkan usaha yang sesuai dengan
potensi yang dimilki daerah maka, kemungkinan pemberdayaan perekonomian rakyat
membaik.
============================================================
BAB V
FAKTOR – FAKTOR PRODUKSI
ALIRAN JASA FAKTOR2 PRODUKSI
4
Sektor- Perekonomian Terbuka, ini
diadakan untuk Keseimbangan pendapatan nasional dalam ekonomi. Perekonomian terbuka (4 sektor ) yaitu, Rumah
tangga, Perusahaan, Pemerintah, dan Luar Negeri, Keseimbangan terjadi maka
tujuan pertumbuhan ekonomi daerah dan pada akhirnya ada peningkatan pada
kesejahteraan.
A. Capital
Output Ratio ( COR )
COR merupakan
perbandingan antara modal yang diperlukan dan hasil yang dapat dicapai.
Incremental-Capital
output Ratio ( ICOR) yaitu pertambahan modal yang diperlukan untuk menaikkan
satu unit output.
B.
Ekspor Irian Jaya
( Papua thn 1998 Surplus Rp. 6,371 T DAN thn 1999 Surplus Rp 4,301
Belebihan
mengekspor Sumber Daya Alam dengan tujuan untuk membangun dan meningkatkan perekonomian
serta mensejahterakan rakyat. Pada tahun ini kebijakan sepenuhnya diambil
pemerintah pusat dan itupun kebijakan pusat. Setelah itu pemerintah memberikan
otsus maka segala kebijakan diberikan kepada daerah otonomi untuk memipin
wilayahnya termasuk papua. Namun wilayah papua kebijakan belum semuanya
berjalan baik hingga saat ini. Kendalah kebijakan membuat ekspor papua ke luar
melalui proses antara pusat dan daerah.
C. Output Total dan Output Perkapita
Untuk
melihat produktivitas penduduk suatu Negara, para ahli sering menggunakan criteria
angka output PNB perkapita. Pendapat perkapita suatu masyarakat dapat
diperolleh dengan membagi PNB tahun tertentu dengan jumlah populasi.
D.
Perhitungan Produksi dan Pendapatan
Nasional
1.
Pendekatan Produksi
NT, NK, NM Jika nilai
tambah disemua sektor sudah diketahui, maka PDB bisa dicari, dimana bersarnya
PDB tersebut dengan penjumlahan total seluruh nilai di semua sektor.
2.
Pendekatan Penerimaan
Yaitu menjumlahkan
seluruh yang diterima oleh semua lapisan yang bersangkutan selama kurun waktu
tertentu.
3.
Pendekatan Pengeluaran
C =
Pengeluaran/konsumsi RT
I = Pengeluaran perusahaan/ivestasi
G = Pengeluaran
konsumsi pemerintah
E.
Pertumbuhan Ekonomi, Menghitung
pertumbuhan ekonomi dengan rumusnya, yaitu
PDB1 – PDB0
G = X
100%
PDB0
Dimana :
G = Laju Pertumbuhan
PDB1 = PDB pada tahun
tertentu
PDB0 = PDB pada tahun
sebelumnya
F.
Jumlah Penduduk Irian Jaya selama 5 tahun
|
Peningkatan penduduk per
tahun rata-rata
|
|||||
|
|
Tahun
|
Tahun
1-2-3-4-5
|
Jumlah per Tahun
|
||
|
1
|
1995
|
|
|
||
|
2
|
1996
|
|
78. 273
Naik
|
||
|
3
|
1997
|
|
37.500 naik
|
||
|
4
|
1998
|
|
53.100 naik
|
||
|
5
|
1999
|
|
53.800 naik
|
||
|
|
Total
|
|
222.673
|
||
Jumlah
Penduduk Irian Jaya selama 5 tahun meningkat
berturut-turut menjadi, 222.673, penduduk di papua. Pada tahun 1995-1996 naik
78.273 sedangkan 1996-1997 naik sedikit 37.500 dan th 1998-1999 naik 53.100 dan 53.800 naik (700) penduduk papua
saat itu.
G.
Reinventing Gonvernment (pemerintahan
wirausaha)
Reinventing
government, intinya ialah “mewirausahakan birokrasi”
Mewirausahakan
Birokrasi mentransformasikan semangat wirausaha ke dalam sektor publik
1.
Pemerintah Katalis: Mengarahkan
daripada Mengayuh.
Fungsi pemerintah
membuat kebijakan
2.
Pemerintah Wirausaha - Alangkah
baiknya menghasilakn daripada membelanjakan
3.
Pemerintah yang dikerakkan Misi - Melalui
misi melayani masyarakat
4.
Pemerintah yang berorientasi hasil - Membiaya
hasil, bukan masukan. Membiayai hasil yang ada di daerah
5.
Pemerintah berorientasi Pelanggan
Pemerintah yang
dianggap paling mengetahui keinginan masyarakat, oleh sebab itu produk /jasa
disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat
6.
Pemerintah Berorientasi Pasar - Mendongkrak
perubahan melalui pasar.
7.
Produktivitas Dan Kinerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi
prduktivitas menurut R.A.S yaitu
a.
Perkembangan teknologi
b.
Kinerja SDM
===================================================================
BAB VI
MANAJEMEN OPERASI/PRODUKSI
Produksi adalah berupaya menciptakan
produk atau jasa dalam jumlah yang tepat, waktu yang tepat dan dengan kualitas
yang tepat pula. Agar tujuan dapat di
capai secara efektif dan efisien maka memerlukan fungsi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian serta pengawasan. Adapun tujuan
produksi adalah produktivitas, sedangkan tujuan manajemen produksi/operasi
adalah pencapaian produktivitas.
Mengapa manajemen produksi /operasi
perlu diketahui ? perlu diketahui agar supaya semua bisa menghayati cara-cara
mengkombinasikan barang/jasa yang dipadukan dengan kegiatan pemasaran,
personalia,keuangan, dan akuntani.
A.
MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi bertujuan untuk mengatur
penggunaan penolong faktor-faktor produksi yang baik dan berguna secara efektif
dan efisien.
Proses produksi merupakan interaksi
antara bahan dasar, bahan2 pembantu dan mesin-mesin dan peralatan dipergunakan,
maka keluarlah hasil. Sedangkan manajemen adalah mengelola, yang mempunyai
fungsi-fungsi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan. Tujuan
manajemen produksi adalah memproduksikan atau mengatur produksi barang-barang
dan jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu sesuai dengan kebutuhan konsumen.
B.
KEGIATAN PRODUKSI
Kegiatan produksi pada umunya
diartikan sebagai kegiatan yang membuat/membentuk sesuatu barang atau kegiatan
yang merubah sesuatu barang menjadi barang lain. Semakin banyak barang yang
yang diproduksi semakin banyak nilai tambah yang dihasilkan
C.
PROSES PRODUKSI
-
Proses
adalah kegiatan untuk mentransformasi/mengubah sejumlah input menjadi output
yang berguna untuk customer tertentu.
-
Prosess
produksi merupakan suatu cara, metode maupun teknik bagaimana penambahan
manfaat dilaksanakan dalam perusahaan.
Penambahan manfaat dilakukan melalui proses tiga cara yaitu
Input + Proses + Output.
D.
BAURAN OPERASI
Sasaran Perusahan
a. Sasaran pemasaran ( produk, harga,
promosi, tempat )
b. Sasaran operasi, ( Fasilitas,
Insfrastraktur, hubungan )
E.
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK
Penelitian dan Pengembangan adalah
metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji
keefektifan produk tersebut.
-
Pengembangan
Mutu
-
Pengembangan
bentuk dan desin produk
-
Pengembangan
kegunaan produk
Sehingga apa yang diproduksikan semakin lebih mendekati selera konsumen.
Dalam usaha mengembangkan kegiatan
usaha terdapat 3 (tiga) macam keadaan yang selalu dihadapi, yaitu :
a.
ketidakpastian
b.
Resiko
c.
Kepastian
Sedangkan sikap manusia dalam
menghadapi resiko ada 3 (tiga), yaitu:
a.
Senang
terhadap resiko
b.
Netral
c.
Tidak
senang resiko
F.
Persoalan –Persoalan Standar
Yang
dimaksud persoalan –persoalan standar disini adalah persoalan yang berhubungan
dengan :
1.
Pengerjaan standar
2.
Waktu standar
3.
Standar produksi
4.
Standar ukuran (standarisasi)
Dengan
mengikuti pengerjaan standar, tujuan berproduksi dikehendaki pada waktu yang
tepat, dan kualitas yang diharapkan dapat tercapai.
G.
Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Meliputi
hal-hal, yakni
1.
Membuat dan mendesain produk yang
dihasilkan
2.
Penentuan teknologi yang digunakan
3.
Tata letak
4.
Pengerakan tenaga
5.
Persediaan bahan baku
6.
Penentuan daerah pemasaran
7.
Penentuan organissi sebagai wadah
H.
Lokasi Perusahaan
Lokasi
suatu perusahaan perlu direncanakan secara teliti oleh perusahaan yang
bersangkutan, mengenai jarak lokasi, lokasi pasar, fasilitas, tenaga kerja, tersediannya
sumber energy.
I.
Tersediannya Tenaga Kerja
Empat
klasifikasi tenaga kerja yang dipersiapkan oleh suatu perusahaan
1.
Tenaga ahli dan terlatih
2.
Tenaga ahli tetapi belum terlatih
3.
Tenaga kerja tidak ahli tetapi
terlatih
4.
Tenaga kerja tidak ahli dan tidak
terlatih
J.
Fungsi Perencanaan dan Pengendalian
Dengan
pengaturan yang baik, persiapan yang baik, serta pengendalian yang baikpula,
maka kegiatan tersebut akan dapat dilaksanakan dengan hasil yang lebih baik.
=========================================================================
BAB
VII
SUPLAY
SIDE AND DEMAND SIDE
A. Faktor Produksi
Factor produksi
merupakan input yang diproses lebih lanjut oleh produsen untuk menghasilkan
suatu hasil produksi.
Factor-faktor
produksi meliputi antara lain
1. Bahan
baku / SDA 4. Keterampilan
2. Tenaga
kerja 5. Tanah
3. Modal
6.
Mesin/Peralatan
Faktor
produksi tersebut diolah lebih lanjut untuk menghasilkan barang dan jasa.
Barang dan jasa yang
dihasilkan ada nilai tambah:
·
Manfaat / kegunaan, dan
·
Nilai jua
B. Produsen
Produsen memilih
teknologi dan kualitas input yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Ada
dua cara yang dipilih produsen
1.
Teknologi adalah pengetahuan
nasyarakat akan memproduksi
2.
Tenaga kerja, modal dan SDA merupakan
input pokok dalam produksi
C. Efisiensi Teknis Fungsi Produksi
Fungsi prduksi harus
efisien secara teknis dan tunduk pada the law of diminishing returns. The law
of diminishing returns menyatakan bahwa jika semua input konstan, sedangkan
sebuah input dapat berubah-ubah.
D. Biaya Ekonomis
Biaya Ekonomis adalah
nilai dari seluruh sumber daya yang digunakan dalam memproduksi suatu barang. Biaya
ekonomis terdiri dari biaya privat dan
biaya eksternal
E. Biaya Tetap dan Biaya Variable
Dalam proses produksi
ada biaya tetap dan variable
1.
Biaya tetap adalah biaya yang secara
langsung tergantung pada tingkat produksi
2.
Biaya variable adalah biaya yang
secara langsung tergantung pada tingkat output
3.
Biaya total adalah penjumlahan fixed
cost dan variable cost
F. Fungsi Produksi Cobb Dougle
Fungsi Produksi Cobb
Dougle merupakan contoh fungsi produksi yang homogeny yang mempunyai
elastisitas subtitusi yang konstan.
G. Permintaan dan Penawaran
Konsep permintaan
digunakan untuk menunjukkan keinginan, seorang pembeli pada suatu pasar. Harga
, pendapatan, selera dan harapan-harapan untuk masa datang merupakan vaiabel
variable penting dalam fungsi permintaan.
Fungsi permintaan Q =
F (Harga , pendapatan, selera, harapan-harapan)
Hukum permintaan jika
harga naik, kualitas yang diminta turun
Konsep penawaran,
digunakan untuk menunjukkan keinginan para penjual ( produsen) di suatu pasar.
Keadaan tersebut
dalam fungsi penawaran Q=g (Harga, harapan pada masa datang, harga input).
Hukum penawaran: Jika
harga naik, kuantitas yang ditawarkan juga naik.
H. Elastisitas
Elastisitas
adala derajat kepekaan kuantitas yang diminta atau ditawarkan terhadap salah
satu faktor yang mempengaruhi fungsi permintaan atau penawaran. Elastisitas
menjelaskan respon /kuantitas diminta jika harga pendapatan / faktor –faktor
lainnya berubah.
Elastisitas
harga (Permintaan ) adalah persentase perubahan kuantitas yang diminta yang
disebabkan oleh perubahan harga barang tersebut sebesar 1%.
%
Perubahan Kuantitas yang diminta
% Perubahan
harga barang tersebut
Nilai krisis Elastisitas adalah
satu
Para
ekonomi mengelompokkan koefisien elastic harga, tergantung pada apakah
koefisien tersebut lebih besar, sama dengan atau lebih kecil dari satu. ( Jika
E > 1 )
Nilai
Elastisitas Pendapatan
Nilai
elastisitas pendapatan bisa positif, nol atau negative
I.
Pasar
Pasar adalah tempat
(ruang dan waktu ) bertemunya penjual dan pembeli
Pasar persaingan
sempurna adalah suatu keadaan dimana ada banyak pembeli dan penjual sehingga
tidak dapat mempengaruhi harga yang berlaku,dan terdapat kebebasan untuk keluar
masuk pasar
Monopoli adalah penjual tunggal
suatu barang yang tidak mempunyai subtitusi yang rapat. Dimana hanya ada satu
penjual untuk suatu barang tertentu.
Oligopoli
yaitu di pasar hanya ada sedikit penjual, tindakan seorang penjual berpengaruh
terhadap penjual lainnya.
J. Circular Flow
Dalam ekonomi
menggolongkan orang-orang atau lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi
manjadi 5 kelompok besar, yaitu
>
Rumah Tangga
>
Produsen
>
Pemerintah
>
Lembaga-lembaga keuangan
>
Negara-negara lain
Sedangkan
perekonomian nasional dilihat sebagai sistem yang terdiri 4 besar, yaitu
>
Pasar barang
>
Pasar uang
>
Pasar tenaga kerja
>
Pasar luar negeri
=======================================================================
BAB VIII
PENINGKATAN DAYA SAING GLOBAL
1.
Kita
memiliki potensi sumber daya alam yang sukup banyak, merupakan keunggulan
komparatif, yaitu Hutan, Laut, lahan, Sungai perkebunan dll
Yang
seharusnya dikelola secara optimal yaitu bijaksana, efektif dan efisien.
Perlu ada
komitmen yang sungguh-sungguh merubah keunggulan ini.
Competitive
Advantages
↓
Diperlukan Investasi besar → akan tercita nilai tambah
o
Semakin bertambah/berguna
o
Meningkat
nilai jual/harga
Tercipta pertumbuhan ekonomi → diukur dengan PDB/PDRB
2.
Kunci untuk
mengelola dan menggerakkan potensi adalah SDM yang berkualitas dan handal:
a) Pengembangan
Kemampuan SDM yaitu melalui peningkatan: Pendidikan, Pelatihan ,Pengalaman,
Kesehatan.
b) Komeitmen
dan kemauan kerja
c) Kejujuran
d) Teladan
3.
Pengembangan
Agrobisnis dan agroindustri
Terbuka
pasaran global untuk ekspor ke berbagai negara
Perlu kebijakan
pada pengembangan usaha sehingga mempunyai dampak posistif ekonomi yang dapat
menciptakan yaitu
a. Nilai tambah
b. Menciptakan
kesempatan kerja baru
c. Meningkatkan
penadapatan masyarakat
d. Terciptanya
pertumbuhan ekonomi yang diukur serta peningkatan penerimaan pajak – PAD.
Kembangkan
usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki
4. Sumber Daya Alam,
tanpa potensial yang didukung maka SDA tersebut tidak akan memberikan manfaat
bagi kesejahteraan masyarakat.
Tiga kunci
persaingan dalam perdagangan bebas, yaitu
a. Kualitas
b. Efisiensi
c. Produktivitas
Merumuskan
strategi kebijakan pembangunan maka sebelum dilakukan analisis SWOT terlebih
dahulu. Dan Strategi diturunkan ke tujuan, program dan kegiatan. Dibutuhkan manusia untuk dikerjakan, tetapi
manusia harus memiliki Imtek, dan Imtaq
yang berkualitas dan terdidik.
Dalam rangka
mempercepat pertumbuhan ekonomi (PDRB/PDB) alasan dasar adalah:
1.
Pendidikan signifikan dengan pertumbuhan ekonomi
2.
Pertumbuhan ekonomi signifikan dengan peningkatan derajat
kesehatan
Untuk
meningkatkan daya saing global maka perlu kurangi
1. Mengurangi
kebocoran anggaran Negara per tahun
2. Kurangi
illegal logging
3. Kurangi
illegal fishing
Sebab membangun bangsa ini diperlukan kejujuran dan ketulusan
hati.
Peningkatan Daya Saing Global Indonesia
A. SDA - Potensial → Kelola
dengan bijak dan investasi = pertumbuhan ekonomi
B. SDM
1. KUALITAS, Pengembangan
SDM
2. KOMITMEN
3. KEJUJURAN
(Minimalisasi kebocoran )
C. Agribisnis
dan Agroindustri → Pasaran global ►Hasilnya adalah
nilai tambah
►Ekonomi
krisis tetap bertahan




Komentar
Posting Komentar